Tampilkan postingan dengan label Kaway!!!. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaway!!!. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Bolpen, Kopi, dan Sedikit Misteri

Di satu senja yang biasa saja, di bawah naungan langit yang mulai ditinggalkan surya dengan menyisakan semburat nila dan jingga...

Dia di sana, berlalu dengan langkah tergesa menuju sekret. Dan tak lama kemudian kembali. Ketika hampir jauh, aku memanggilnya. Ia menoleh dan menghampiriku, duduk di sampingku.

Senja yang mulai berganti malam membuat lampu sekitar kampus mulai dinyalakan. Kumandang adzan Maghrib pun menggema, menyerukan panggilan pada umat agar bersujud sejenak merendah di hadapan-Nya. Aku dan dia diam sejenak.

Pembicaraan yang cukup menarik dan tentang banyak hal pun membuat waktu seperti teracuhkan. Dan di sela pembicaraan, sebuah bolpen hijau kau acungkan dan memintaku untuk menerimanya sebagai ganti milikku yang kau rusak sedikit.

-

Malam beranjak menuju puncak. Ketika rembulan belum terlihat karena rotasi, ketika bintang-bintang menjaga malam tanpa pamrih, ketika kantuk mulai membelai. Ketika semua tengah terlibat dalam pembicaraan yang menarik, bagiku yang menarik itu memerhatikanmu.

Ketika kantuk semakin membelai kelopak mata yang tak berdaya, memerhatikanmu bisa membuatnnya sedikit bertahan. Dan kau mengulurkan tangan yang memeluk segelas kopi yang tinggal separuh, "Nih, kopi!"

Aku bergantian memerhatikanmu dan gelas kopi, lalu tersenyum. "Boleh... boleh," aku meraihnya.

Rasanya... pahit, layaknya kopi. Dan manis, layaknya tambahan gula ke dalam kopi. Rasionya 50:50, mengingatkanku akan rasa kopi yang ku buat. Satu teguk, dan aku mengembalikannya padamu.

Ketika kau hendak beranjak, kau menyerahkan kembali segelas kopi yang kini tinggal seperempat. "Nih, minum dah!"

-

Belakangan, kabar dari Zombie berisi tentang apa yang dirasakannya. Ada rasa yang lebih dalam hatinya. Ada rasa yang tak bisa dihindari oleh hatinya. Dan di hatinya, ada ruang kosong yang tersedia.

Zombie memaksa agar ku percayai apa yang ia kabarkan. Tapi sulit ketika belum ada bukti real, tentu saja. Tapi Zombie terus meyakinkanku hingga akhirnya... aku mulai menyadari adanya hal-hal yang berbeda.

Tak hanya kabar dari Zombie, beberapa pertanyaan yang terlontar membuatku mulai mempertanyakan seperti apakah kami dilihat dari sisi mereka?

"Kamu siapanya dia?"
"Adeknya. Kenapa?"
"Masa? Kayaknya deket sekali gitu. Kirain keluargaan ato apa..."
"...."

"Keluarganya dia?"
"Siapa?"
"Dia..."
"Ha? Ndak... adeknya," 
"Adek kandung ato sepupu?"
"Adek-adekannya, kenapa?"
"Masa? Kok akrab sekali... Kirain keluargaan,"
"...."

Sedikit misteri yang belum terbuka.

Selasa, 03 September 2013

Surat Cinta Pertama

Aloha! Selamat Pagi~ Cieh, sekarang ngomongnya "ngampus", bukan lagi "sekolah" hihihi :D

Ada sedikit cerita nih.. cerita sisa OSPEK :D
Yap, as your guess! Tentang kakak tingkat, yeeee \=D/

Jadi... udah biasalah ya, tiap akhir MOS ato OSPEK itu pasti ada yang namanya nulis surat cinta buat senior. Hahahha
Nah, temanteman :$ saya pun nggak mau nyia-nyiain tugas ini. Karena, menurut saya ini bukan sekedar surat cinta sebagai tugas, melainkan media silaturrahmi (re: kenalan) sama kakak tingkat. Alibinisme ya? Ah, perasaan kalian aja tuh...

Yak, jadi begitu....
Jadilah di malam terakhir OSPEK saya sangat bersemangat untuk ngerjain surat cinta.
Saya akui, saya bukan orang yang romantis banget, bukan juga orang yang nggak bisa romantis, tapi... untuk diketahui, saya menulis dengan hati
Bisa disimpulkan bahwa... surat cinta yang saya tulis bukan cuma untuk nyatain betapa saya ngefans sama kakak tingkat, melainkan betapa saya pengen kenalan sama dia dan menjalin hubungan baik, layaknya kakak dan adek. *tssah~

I'm in serious, guys!
Soalnya dia udah ada yang punya, nggak mungkin dong ngarep sama orang yang udah punya pacar :P
Tapi... kalo pun dia belum ada yang punya, saya nggak seniat itu kok ;)

Well...
Dengan semangat yang disuntikkan oleh sebotol Kopi Good Day rasa Capuccinno, saya pun ngerjain surat cinta itu dengan sepenuh hati. Sampe tidur jam setengah 1, padahal jam 6 pagi udah harus standby di TKP OSPEK. Never mind~ hari terakhir...huehehehe #plak

JENGJENG!!!!
^^ penampakan surat cinta pas selese dibikin ^^



Jauuuuuh....sebelum mulai OSPEK, saya udah ngefans sama kakak ini.
Sebelumnya kan saya liat dia di stand pendaftaran OSPEK di auditorium universitas, nah... di sana dia entah kenapa, saya suka aja ngeliatin dia, hahahaha
Dan cerita selengkapnya udah saya tulis di surat cinta itu biar dia tau! hihi

Jauuuuhhh...sebelum OSPEK, sejak saya kepoin kakak ini, saya udah mulai stalking.
Jiwa stalker saya mulai melupakan sebuah kata, yaitu "kalem". Seketika itu menjadi liar dan menjelajah ke mana aja sampe akhirnya dapetin akun Twitter dan Facebook-nya.

Seneng banget waktu pertama kali liat uname Twitternya >,<
Langsung klik "Follow" tanpa mikir dua kali.
Sedikit stalk tweetsnya... trus ada yang saya retweet. wkwk
Modus banget lah!

Kelar follow kakak itu, langsung pindah ke tab Facebook. 
Mencoba peruntungan dengan mengetik nama lengkapnya...
Tadaaaa!!! Ada! Dia punya Facebook!
Dan sama kayak Twitter-nya tadi, saya langsung add.
hahahahaha =D

Besoknya, pas ngecek notif, udah dikonfirmasi! (^o^)//

Perihal followback, belum saya minta...
Soalnya kan belum kenal juga dianya sama saya *ceritanya sedih*
Tapi... setelah hari mengirim curat cinta buat kakak tingkat itu... saya berani minta follback!
Dan di bawah ini sedikit penampakan percakapan awal kami *cieh
waktu difollback :D

Rasanya? Jangan ditanya! Abis itu saya langsung senyum Joker hahahaha =))
Seneng beudt!!! >o<
Gimana yaaa... hahahaha

Trusnya...
Saya sejak hari terakhir OSPEK terus berdoa supaya surat saya nyampe di tangannya dan dibaca lalu disimpen. Kok maksa banget, ya?
Iyalah! Surat itu isinya nggak candaan, tapi serius.
As I said kan... saya nulisnya dengan hati.
Yup! Jadi nggak main-main.

Lalu... sebelum ngampus (cieh ngampus :p) saya sempat sempatin online cuma buat ngecek balesan mention dari kakak itu, hehe
Dan... ada!
Setelah itu... saya stalk tweets-nya ~
Kemudian menemukan sebuah tweet dari Instagramnya.
Kalo ngupload foto via Instagram kan fotonya nggak keliatan tuh di timeline... jadinya saya langsung klik klink IG-nya...

...

tadaaaaa!!!!!
nemuin foto ini >,<
liat caption-nya!!! >o<
dia mengupload surat cinta saya!!! >,<
Ahahahahaha =D
Rasanya dibawa terbang sama paus akrobat, meennn!!!!
Itu... surat cinta dari saya!!!
Itu... surat itu... nyampe!

Walaupun nggak sama amplopnya, tapi kan yang lebih penting isinya, kan ya? ;)

Dan saya me-request dengan sepenuh hati sama kakak itu untuk menyimpan surat saya itu.
Awalnya dia cuma bilang, "Simpen nggak eaaa :p"
Sampe akhirnya dia bilang... "Iya, sisa 1 ini aja soalnya,hahaha"
Okeh sip gituuu (y)

Jadi... kenapa sisa surat cintanya buat dia cuma 1, dari saya doang?
Itu karena... semua surcin dan bingkisan buat dia, yang katanya nyampe sekardus air minum, habis dijarah oleh teman-teman panitianya...
Dih... kasian, kakak akuh~

Jadi gitu... perjalanan surat cintaku yang pertama *nyanyi* lancar!
Alhamdulillah nyampe ke orangnya, ditemuin langsung sama orangnya, dan dipublikasikan (ini momen awesome-nya!), lalu dibaca, dan kemudian bersedia disimpen!
*prok prok prok*

Rasanya?
Udah... kayak nggak pernah ngefans sama kakak tingkat aja :p
Ya senenglah! ^^

Oke, sekian cerita tentang NEW CHAPTER ini.
Besok pasti saya lanjutin (y)
Daaaaan.... semoga chapter ini akan panjang, aamiin o:)

Selamat pagi, Semesta!
Berkonspirasilah dengan baik sama saya hari ini, lebih baik dari kemarin.
Oke?
Arigatou!!!