Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Sebuah Puisi Patah Hati

Pada senja yang sendiri
aku menemani secangkir kopi yang kesepian
dengan kekentalan yang lebih,
dengan gula yang sedikit,
dan perasaan dalam hati yang masih sama.
Berharap cara lama masih manjur,
secangkir kopi untuk sebuah patah hati.

4:57pm

Senin, 10 Agustus 2015

Pratinjau 731 Hari

Selamat petang! Pada tulisan kali ini saya akan mencoba untuk meninjau kembali langkah-langkah yang sudah saya tempuh selama ini, bersama seseorang yang masih mau bertahan berjalan di samping saya.

Jadi, semua berawal dari jebakan bernama flash back. Memang hal itu sama sekali tidak baik, tapi kalau sedang kurang berperasaan saya sering melakukannya, dan saya tau bahwa hal itu tentu sangat menyakitkan bagi seseorang. Sejauh ini, 731 hari, saya terlalu banyak menoreh luka di hatinya. Untuk itu saya mohon maaf, Zombie.

Beberapa malam yang lalu saya sangat tergoda untuk flash back, bukan untuk apa-apa, hanya ingin mencari inspirasi saja, sih. Saya pun mengorek timeline Facebook saya pada dua tahun yang lalu. Ternyata banyak hal manis yang saya tuliskan di sana. Selain itu, ada juga tautan-tautan blog yang saya bagi di sana. Saya membuka tautan tersebut dan membaca tulisan saya pada waktu itu. Saya tidak menyangka bahwa ternyata saya bisa sekali menuliskan hal-hal se-romantis itu, saya jadi salah tingkah. Ternyata dulu saya bisa total jatuh cinta pada seseorang. Tapi itu dulu.

Dulu saya yang masih ingusan sangat tergiur dengan kisah cinta dalam novel atau film ataupun drama yang seandainya jadi nyata. Dulu saya sangat bahagia bisa mendapatkan sosok laki-laki yang saya adore menjadi kekasih saya, tapi setelah dipikir-pikir semua memang ada masanya. Sekarang cara saya memandang cinta sudah tidak selabil dulu, tidak se-mudah terpengaruh oleh lingkungan input saya, dan tidak berjalan semulus pipi dedek bayi. Dulu dan sekarang, kalau masih sama berarti kita tidak melanjutkan hidup, tidak berkembang, dan tidak mendewasa #tssah. Dulu dan sekarang, semuanya berbeda.

Sebelum mengetik tulisan ini, saya menyempatkan diri untuk membaca tulisan-tulisan saya di masa lalu. Saya lihat bahwa dulu saya sangat optimis sudah move on, tapi sepertinya waktu itu saya terlalu ingin untuk move on sehingga mengawalinya dengan pura-pura. Waktu itu saya ingin lekas sembuh dari kehilangan, saya berusaha menyemangati diri saya dengan menulis hal-hal yang kiranya menunjukkan bahwa saya sudah siap untuk bertemu dengan cinta yang baru. Nyatanya, move on tidak semudah yang pernah saya tuliskan.

Tapi membaca lagi tulisan-tulisan terdahulu membuat saya berpikir ulang mengenai keputusan-keputusan yang sudah saya ambil. Keputusan memulai, mengakhiri, dan memulai lagi. Sampai saat ini saya sedang berada dalam tahap menjalani sesuatu yang secara nekat saya mulai. Pada salah satu tulisan saya mengungkapkan bahwa saat itu saya sedang menulis kisah dan baru sampai pada halaman bab satu. Kini, setelah 731 hari berlalu, rasanya saya dan dia sudah sampai pada halaman bab dua puluh empat.

Sudah jauh perjalanan saya dan dia, Zombie. Sudah berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus halaman cerita yang kami tulis. Kadang saya merasa baru saja kemarin memutuskan untuk memulai cerita baru dengannya sehingga seringkali saya merasa cukup dekat untuk kembali dan melanjutkan cerita yang sudah lama saya akhiri. Setelah membaca kembali tulisan-tulisan dulu, saya menyadari beberapa hal yang membuat saya kembali pada alur cerita yang sedang saya tulis.

Saya menyadari waktu. Ketika mengakhiri cerita terdahulu sudah terlalu lama untuk disebut kemarin. Jelas saja langkah yang sudah saya tapak sejak saat itu hingga detik ini pun sudah terlalu banyak dan  jaraknya jauh sehingga tak akan mudah untuk kembali lagi. Semua orang pasti akan melanjutkan hidup bagaimanapun caranya, bukan? Ketika saya berpikir untuk berbalik dan kembali, sekarang saya akan mengingatkan diri saya bahwa semua tak akan lagi sama seperti sebelumnya. Seharusnya saya konsisten dalam memegang prinsip saya; jalani saja semua tanpa berharap apa-apa dari masa lalu dan fokus pada masa depan karena semua akan tiba pada waktunya. (kurang lebih begitu)

Membaca kembali tulisan-tulisan lama membuat saya sadar bahwa saya sudah memutuskan untuk terus maju, tapi yang terjadi belakangan ini adalah saya maju tapi seringkali menoleh ke belakang untuk membandingkan keadaan. Saya salah. Tidak akan pernah ada yang sama. Pada salah satu tulisan saya pernah menulis bahwa yang lebih baik pasti akan datang setelah saya memutuskan untuk kehilangan. Dan jika saya pikir-pikir lagi ... itu ada benarnya.

Saya memutuskan untuk kehilangan seorang cinta pertama yang menurut saya sangat indah. Kemudian saya didatangi oleh cinta yang lain. Akan datang yang lebih baik. Ya, lebih baik. Apa lagi yang kau butuhkan ketika sudah ada seseorang yang menerimamu apa adanya, berusaha membuatmu terus bahagia, berusaha untuk terus ada, menyemangatimu meski kau telah membuat sebuah kesalahan, mendukung mimpi-mimpimu, dan mau mencoba untuk berbaur dalam hidupmu yang bahkan kau sendiri belum tentu mengerti? Tidak butuh apa-apa lagi.

Zombie. Sosok aneh yang datang menyambut saya dengan kedua tangannya yang terbuka, menerima saya bagaimanapun saya. Ternyata sosok laki-laki idaman dalam novel, drama, maupun film benar-benar ada! Saya tidak mengada-ada atau melebih-lebihkan, tapi jika saya melihat siapa yang saya dapatkan dari sudut pandang orang lain, maka seperti itulah kiranya pendapat saya. Kadang kita tidak harus terus menjadi diri sendiri untuk dapat mensyukuri apa yang telah kita miliki, kan?

Saya harusnya bersyukur mendapatkan seseorang seperti Zombie. Meskipun kadang menyebalkan dan lupa mengontrol emosi, bukankah itu manusiawi? Bagaimanapun dia, saya rasa, saya harus bisa mencoba dan lebih berusaha untuk menerimanya (sebagaimana yang telah saya lakukan sejak awal). Saya sering membuatnya "makan hati", dan dia selalu mau memaafkan saya dengan menyalahkan dirinya sendiri. Tentu saya sadar bahwa saya yang salah, dan bukan hal yang benar kalau dia yang harus menyalahkan dirinya atas kesalahan yang saya lakukan. Selain itu, ketika salah satu dari kami sedang memuncak emosi, maka salah satu dari kami (terutama dan sering kali saya) akan lebih panas dari seharusnya sehingga kami butuh waktu untuk mendinginkan diri maing-masing. Tapi hal seperti itu bukankah wajar-wajar saja?

731 hari, katanya. Sejak saat itu, pada satu malam yang lalu dia berkata bahwa dia sudah menyadari akan sulitnya baginya untuk mendapatkan tempat di hati saya, di mana saya masih menempatkan seseorang terdahulu di dalamnya. Saya sedikit agak paham mengenai maksudnya, tapi saya tidak mau terlalu yakin akan hal itu karena sesungguhnya saya masih ragu-ragu untuk hampir segala hal tentang perasaan yang dulu dan sekarang. Saya cukup tertohok akan kata-katanya pada malam itu. Kata-katanya membuat saya berpikir lagi untuk menjadi seseorang yang lebih peka dan lebih berperasaan. Sampai pada detik ini, setelah pertemuan kemarin, saya rasa saya sudah memberinya tempat di hati saya. Ya, semua akan tiba pada waktunya :)


Pada salah satu tulisan juga saya pernah menyebutkan bahwa saya tidak ingin terlalu total dalam hal memberikan perasaan karena saya sudah tau bagaimana rasanya kehilangan kemampuan untuk merasakan hal-hal itu lagi. Maka pada cerita kali ini saya sering kali mengatakan hal tersebut. Syukurnya Zombie mau menerima hal itu meskipun dia sangat mengharapkan optimalitas dalam hal-hal tersebut dari saya. Saya hanya tidak ingin terlalu total sehingga kehabisan. Sebaiknya memberikan segala hal dalam kadar secukupnya supaya tidak habis. Kepada Zombie, saya harap kamu bisa mengerti mengapa banyak hal yang saya batasi dalam cerita kita, saya tidak ingin berlebihan, secukupnya saja. Saya harap standar ukuran "cukup" bagi saya dan kamu adalah sama sehingga kita bisa menakar segalanya dengan pas.

Sejauh ini beberapa perasaan silih berganti menyusupi hati saya akan berbagai hal. Sebagai perempuan dengan hati yang pernah sangat rapuh, kini hati saya sudah menjadi hati yang penuh kewaspadaan dan tidak ingin menjadi rapuh untuk yang ke-dua kalinya. Salah satu hal yang harus saya lakukan untuk membentuk hati yang tak rapuh lagi adalah dengan mencoba menjadi seseorang dengan hati yang dingin dan keras sehingga tidak mudah meleleh oleh sebuah kehangatan yang biasa. Sebenarnya saya tidak butuh kehangatan, karena kehangatan tentu tidak dibutuhkan saat musim panas, bukan? Yang saya butuhkan adalah kenyamanan, karena bagaimana pun kondisinya, jika sudah nyaman maka tak ada alasan untuk tidak tinggal.

Sejauh ini kenyamanan yang saya maksud datang dan pergi. Ada waktu-waktu di mana kenyamanan itu pergi, dan ketika itu saya hanya mencoba untuk "bersikap baik". Dan ketika kenyamanan itu sudah datang, maka saya hanya ingin menahan kenyamanan itu untuk waktu yang lama. Karena saat kenyamanan itu datang, saya merasa sangat beruntung ada seseorang seperti Zombie yang mau repot-repot berurusan dengan hati saya.

Ada beberapa pertanyaan dari Zombie, tapi saya hanya akan menjawab satu saja karena saya rasa yang satu itu sudah akan mewakili pertanyaan lainnya. Apakah sudah ada tempat di hati saya untuk dia? Saya akan memberikan jawaban sudah. Tinggal menunggu (maaf karena kamu harus menunggu lagi, Zombie) sedikit lagi sampai tiba waktunya untuk semuanya menjadi seperti yang kita inginkan.

Tujuh ratus tiga puluh satu hari. Bukan waktu yang singkat dan tidak sedikit langkah yang kita ayun. Sudah terlalu jauh untuk kembali, lebih baik fokus pada apa yang akan ditemui di masa depan. Kita memang tidak pernah tau bagaimana takdir kita dirancang, tapi tidak pernah salah jika kita terus berusaha. Bukankah bahkan Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika seseorang itu sendiri tidak mau berubah? :)


Tulisan ini panjang, ya. Namanya juga pratinjau, banyak hal yang harus dievaluasi dan ditinjau ulang sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

Selamat malam :)
<3 #2724

Rabu, 06 Mei 2015

surat cinta

Cinta. 

Apa itu cinta? Perasaan di antara dua atau hanya sendiri.
Kapan datangnya? Ketika sudah biasa bersama hingga muncul perasaan aman, nyaman, dan bahagia.

Adalah mungkin cinta yang selalu datang bersama rindu. Namun bersama cinta pun mengalir air mata. Juga dihantui sakit hati dan kecewa hingga luka. Cinta selalu butuh waktu. Untuk berpindah ataupun tumbuh. Cinta, jika sudah tergenggam, jangan erat-erat, biasa saja.

Cinta, jika sudah menghinggapiku akan sulit jadinya.

Utama jika kamu acuh. 

Aku takut mendekap cinta karena cinta pernah menoreh luka. Siapa yang tak trauma? Bukan aku. Sekali lagi waktu hantarkan cinta untuk kudekap. Belum kupeluk, baru kupandangi takut-takut. Rasanya sudah merasuk, tapi cinta itu masih di sana. Tak berani kupeluk, sungguh.

Kilasan rasa pedih terus terbayang samar-samar di pelupuk mata.

Kau, berdiri berdampingan dengan cinta, tersenyum tanpa lelah menanti. Mungkin kau jemu, tapi tak menyerah.

Aku, dengan keraguanku, menerawang jauh melihat masa depan. Apakah kau yang di sana bersamaku, ataukah orang lain?

Akhirnya kau menyerah pada penantianmu, kau menghampiri dan menggandengku, berbisik "Jangan takut!" dan mengajakku melangkah.

Kita sedang berpetualang kecil. Aliran anak sungai atau jalan menanjak atau rintisan hujan atau dahaga dan lapar atau terik matahari. Terkadang kita tiba pada rasa letih yang mendera, namun janji delusi akan pemandangan indah yang akan sepadan membuat kaki ini tak mau berhenti melangkah.

Kita. Aku. Kamu. Cinta.
Ini sebuah petualangan kecil.

-Februari 2015

Senin, 27 April 2015

double twenty

source
Secondly, it is finally the twentieth twenty seven. Since a month ago (if I'm not mistaken), I've been thinking about this double twenty. Seems special, and I hope it really is.

Being with someone in twenty months isn't so easy. Especially for him. Being with me maybe a little mistake but sweet. It is hard to face my mood, habits, and my stubbornness. But he did well so far. Even though, he often made me mad and upset and angry, but also happy and smile and laugh.

Twenty months do not a short period of time. But it is short at the same time.

source
The first twenty, it is the twentieth April twentieth. The second decade of my life. Yeah, my life's getting shorter and i don't know when I will leave this life. It's a bit scaring to think about how the time flies this fast. The more pressures also come. So many things have to be done, it feels like so.

It is not easy to pass through this twenty years old. But, there's nothing that I cannot do as long as I believe that Allah never leave me even a second. And also, the parents who always be by my side and support me in their prayers and silence. 

Maturity. The biggest challenge, I think. As the time pass by, the process of being a woman from a girl could be seen in the end. The people around me, they help me to achieve that phase. The one, who often says that he loves me, he gives me strength and always be a good listener (after Allah) and always be my brother, my best friend, and my soulmate. 

Gifts. There was no gift as many as the previous birthday. But there was a surprise from the close friends. A real surprise because I really didn't have any idea of that kind of thing. Smile, that's the only way to express my emotion of happiness and being surprised. Thanks!

Double twenty. Special though. Really mean it ^_^ 
Thank God for this life.
Thanks Mom and Dad and sister for being in my life.
Thanks Kevin Gibran for being someone whom I dream to be in my future.
Thanks all friends, best friends, and close friends for bringing colours into my life and make it more alive.

What a precious twenty(s) is (are) in this year :D
Sejak kapan cinta jadi begitu sulit?
Sejak kau jatuh di dua hati.
Sejak ada yang jatuh pada masa lalu.
Sejak kapan cinta jadi begitu menyakitkan?
Sejak cinta membuatmu patah hati.
Sejak ada yang ke-dua.
Sejak kapan cinta jadi begitu menyedihkan?
Sejak orang yang kau cintai mengabaikan perasaanmu.
Sejak masa lalu lebih mendominasi.


Minggu, 16 November 2014

Love Notes

cinta itu membuat seseorang terlihat tanpa cela
sesungguhnya, cinta memang membutakan, dan juga buta
tapi di balik kebutaan sebuah cinta, di sanalah ketulusan
namun sayang, di balik cinta itu membutakan,
cinta itu membuat kita lupa bahwa tak ada yang sempurna

Kamis, 27 Maret 2014

the time will come...

I don't know
I'm in love with you now

but I'm pretty sure
the time will come

when the sun sets
when the moon's up head
when the stars blink
I hear the wind whispers
the love destiny of mine

in the morning when I opened my eyes
I felt my heartbeat twice faster

I don't know what thing will come

but I'm pretty sure
the time will come

maybe the spring breeze took me to you
maybe the winter snow frozen time for us
maybe the summer wind blown me to you
maybe the falling leaves flew you down to me

I don't know
I'm in love with you

but I'm pretty sure
the time will come.

Sabtu, 11 Januari 2014

Petuah cinta di awal 2014~

Hola! Udah lama nggak curhat di sini, hahaha
Nggak kerasa, udah setahun yang lalu terakhir ngepost. Alhamdulillah, ya...

Di penghujung tahun kemarin sampe awal tahun kemarin ada satu hal krusial yang cukup mengguncang hati saya *tssah. Mau tau nggak? Mau, nggak mau tau juga bakal tetep saya bilangin kok, namanya juga lagi pengen curhat.

Satu hal krusial itu adalah move on. Katanya sih move on itu gampang-gampang susah. Tapi kayaknya susah, deh, kalo untuk move on dari sebuah cinta pertama #eaaa. Tapi tergantung juga sih.

Move on nggak cuma cukup gampang ato susah. Move on juga menyangkut konsisten ato enggak. Bahaya juga, kan, kalo ngakunya udah move on tapi ternyata masih suka kangenin mantan, mikirin mantan, dan yang paling mainstream itu sih kepoin mantan sampe stalkingin akunnya dia gitu. Ujung-ujungnya malah makin galau, bukannya makin bahagia. #jleb

Awalnya saya sempat mikir kalo move on untuk yang satu itu rada berat. Banyak faktor gitu, sih. Walhasil, move on berhasil, kok ;) *senyum Pepsodent*

Eh tapi... kok masih sering mikirin masa lalu gitu, ya? #plak! Gila aja, ngakunya udah move on, tapi.... Salah nggak, sih? x_x

Ternyata salah! Nggak boleh gagal move on ketika udah separuh jalan sama yang baru.... Kenapa? Bisa bikin sakit hati, dong =_=

Yah, ternyata move on itu emang agak ngeribetin. Jadi, kalo mau move on itu kudu udah siap seratus persen biar nggak tiba-tiba keseret masa lalu. Dan rasanya gagal move on itu kayak udah ngerjain tugas yang penting banget, tapi taunya nggak jadi dikumpulin. Apa banget, kan? -.-

Itulah. Sebelum berakhir 2013 kemaren, saya sembat kebawa virus flash back yang bikin gagal move on. Sedih banget, sih :( Tapi ada sebuah kebahagiaan terlarang yang menyusup. Nggak sopan banget!

Trus, ternyata nggak cuma di akhir 2013 kemaren. Gagal move on-nya berlanjut sampe beberapa hari di 2014. Kacau banget rasanya. Berasa kayak orang yang udah nggak punya perasaan, hati, dan pikiran, deh! Bikin orang lain galau sementara diri sendiri masih bingung mau dibawa ke mana hati ini #eaaa

Serius! Gagal move on itu nggak enak, guys! Rasanya nyesek dan merasa bersalah banget. Rekomendasi buat kalian yang masih suka mengenang mantan sementara kalian udah nggak jomblo lagi itu ya, mending berhenti melakukan kegiatan ilegal itu, kawan! Sebelum virus gagal move on menyerang kalian, sebelum rindu terlarang menjerat kalian, dan sebelum nyesek menyiksa batin kalin. Hentikan flash back-in mantan!

Pesan moral untuk memulai 2014 dari saya adalah... fokus sama apa yang ada di depan, jangan masih suka kepancing sama yang udah di belakang. Kalopun nanti mereka yang udah di belakang akan jadi masa depan, maka percayalah pasti ada jalan yang akan membawa mereka berada di depan kalian ;)


Konbanwa mina-san!

Kamis, 26 September 2013

Let's see how you're gonna feel this...

When your heart just broken...
When you lose someone who you love so much...
When you can't imagine how does your life go without that one...
When you feel like you can't stand tight after you lose that one...

Then...
When you think that you've found someone and you can hold on to them anytime you need them...
When you feel comfortable by their side and never wanna go...
When you don't wanna lose someone anymore.

But...
They think that it's okay to let you go with someone else.

The worst feeling ever is when you are being as the subject of those situation.

Well, do you, readers, feel what I want you to feel?

Rabu, 18 September 2013

Dalam Kelam

Mengutip lagunya mas Dochi Sadega...

mengingat kembali saat kau di sini
dan kini aku sendiri
lupa apa yang ku cari
waktu pun berhenti
semua tak berarti
dalam kelam ku berjanji
kelak kan ku balas nanti

kau yang pergi, jangan kembali
kelak kau rasakan perihnya ditinggalkan
berharap ku kan datang lagi

aku terbuang
aku mengalah
saat kau tertawa
ku menangis tersiksa
percaya hidup itu indah walau tanpa dirimu...

Tssah banget! Ngena gitu, kan? muehehehe (y)

Seperti ungkapan hati seseorang yang ditinggalkan begitu saja, sebut saja dicampakkan. Dan saya memang mau ngebahas sesuatu yang hampir sama kasusnya sama lirik lagu dan kisah di baliknya. Ih, tssah banget! Kalo udah malem emang suka melow gini, semacam automode.

Lagunya itu sih boleh aja galau, tapi isi postingan ini tidak mengandung unsur galau sedikit pun. Believe me! :D

Ada sisi positifnya di lirik itu.

Jadi, misal diputusin nih, camkan lirik bagian yang ini: percaya hidup itu indah walau tanpa dirimu... maka, dengan begitu... kita akan selalu punya pikiran positif buat ke depannya. Percaya kalo setelah ini masih ada yang lebih baik lagi ;) no more galau or stuck dong yaaa :D

Kita harus percaya bahwa di saat kita melepas yang menurut kita yang terbaik saat ini, ada yang lebih baik lagi. Kalo udah mikir kayak gitu, masih ada alasan buat galau dan susah move on? I hope no.

Hidup terus berlanjut, tapi sampe kapan hati mau stuck?
Kalo kata orang dan Afgan sih, jodoh pasti bertemu. Kalo emang takdirnya si dia, ya sejauh apapun kita menjelajah, ujung-ujungnya dialah tempat berlabuh. *cieee

Ini postingan maksudnya apa sih? haha
Buat support kalian yang masih suka susah move on, yang masih suka stuck sama seseorang, yang masih males buat moving forward and find someone new :p

Entah kenapa, lagunya mas Dochi tadi ngena banget!
Buat kalian, mantan-mantan yang diputusin secara tragis dan meninggalkan perasaan nyakit yang mendalam, pas banget! Bilang ke mereka: kelak kau rasakan perihnya ditinggalkan, berharap ku kan datang lagi. Hihi :D

Jadi? Masih mau stuck ato udah mau ambil langkah buat move on? Life is a choice, so let you choose! :D

Selamat malam! ^^

Dalam cerita saya, saya menerapkan apa yang saya tulis. Jadi... sebelum saya tulis, sy udah alami gitu... Based on experience gitu :p

Jadi... setelah 6 bulan sama Mr. Biru dan di bulan-bulan terakhir mulai ada yang merenggang, entah perasaan saya, ato karena saya yang bikin jarak, ato karena kesepahaman yang udah nggak sejalan lagi, akhirnya saya memutuskan untuk menyudahi semuanya. Menutup buku tentang saya dan dia. Menyimpan rapi semua kenangan yang sudah terjadi dan terlewati, indah ato enggak, suka dan duka, semuanya. Walaupun masih banyak banget hal yang masih pengen saya ubah dari dia, mungkin dia juga begitu. Tapi percayalah, kita pasti akan berubah jadi orang yang lebih baik seiring dengan berjalannya waktu :)

Nah, bijak sekali saya, huh-huh-huh
Berat sih memang, ngelepas orang yang kita perjuangin dari nol. Orang yang berusaha kita kenal dari nol. Orang yang ternyata bikin kita tau kalo usaha kita nggak sia-sia. Orang yang mau menuliskan cerita barunya sama saya dari nol sampe akhirnya cerita itu selesai.

Berat. Sampe waktu itu, saya inget, saya hampir menarik lagi kata-kata saya untuk menyudahi. Tapi saya percaya bahwa ada hal yang lebih baik yang akan terjadi setelah ini. Maka, dengan keoptimisan seperti itu, saya berhasil menyelesaikan cerita itu. Siapa yang memulai, dia yang harusnya mengakhiri, kan?

Well, untuk alasan sih... demi saya juga sih dong, tapi juga baik buat dia. Biar sama-sama fokus buat planning menuju  masa depan aja. Trusnya biar nggak terlalu lama pacaran sendiri, haha.

Pacaran sendiri itu lebih capek dari pacaran berdua. Jauuuuh lebih capek! Bayangin aja semuanya sendiri. Jalan ke toko buku sendiri, SMSan cuma sendiri (?), kangen sendirian, yaaa asal jangan sampe sayang sendirian aja~

Yah... keoptimisan itu pun terbukti nggak lama setelah itu. Yang lebih baik memang akan selalu datang, lebih cepat atau lebih lamanya tergantung kita, mau mulai lebih cepat atau sebaliknya.

Alhamdulillah... ketemu sama sesosok Zombie yang aneh, tapi juga very kind and polite and understanding. Buku baru pun sedang ditulis, terlalu cepet kalo ngomongin ending karena ini baru sampe pada halaman bab 1. Selanjutnya, dia nggak bikin saya pacaran sendirian. Kita sama-sama. Dan bagaimana sifat saya, saya bisa jadi diri sendiri di depan dia. Nggak ada aturan yang mengekang, nggak ada keharusan yang kaku, semuanya berjalan senyaman yang kita anggap nyaman.

Dulu... beberapa hari yang lalu, saya masih lupa rasanya merindukan dan menyayangi serta tak ingin kehilangan, tapi belakangan saya mulai inget semuanya.

Kenapa bisa lupa? Entah. Mungkin karena waktu sama Mr. Biru saya terlalu mengerahkan semuanya, semua rindu, semua rasa sayang, semua rasa cinta, semua kerelaan, semua kesabaran, dan semua rasa yang berkaitan dengan mencintai. Karena terlalu total, maka saya sampe lupa untuk menyisakan sedikit persediaan untuk orang setelah dia, untuk orang yang bisa lebih baik.

Jadi pelajaran aja, kalo sayang sama orang yang belum tentu untuk selamanya, jangan terlalu total dalam hal perasaan. Sisakan sedikit ruang untuk akal sehat yang akan menuntun kita saat tersesat dalam kebutaan sebuah cinta. *tssah~

Dan... dalam kelam, kita nggak cuma patut untuk merenungi sebuah perpisahan dan nanti merelakan melihat dia dengan seseorang yang baru, tapi kita juga patut memandang cahaya yang lebih indah di depan kita.

Sekian ya curhatan apabanget di tengah malam yang agak random ini. Semoga kalian bisa ngeh sama apa yang pengen saya sampein ;)


love will find its way, love knows the one who's kind and lovely, but time will show you which one is better until you know who's the best (y)
Sayonara~

Rabu, 11 September 2013

Beware...

Seseorang pernah bilang ke saya...
"Kalo cewek itu punya 9 perasaan dan 1 akal.
sedangkan cowok punya 9 akal dan 1 perasaan..."
Wish you know what I wanna tell~


No? You don't?
Let me tell you..
It means... 
cewek gampang nerima akal-akalan cowok karena cowok punya 9 
sementara cewek cuma 1, jadi dia bakal percaya-percaya aja~ 
Lalu...
cowok itu bisa jadi sangat setia, 
karena dia cuma punya 1 perasaan.
sementara cewek punya 9..
mungkin aja karena cewek lebih peka dan lebih sensitif.
ha ha ha

Enough.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Analogi Hati

Udah putus, tapi temenan. Baik.
Udah putus, tetep telfonan dan ngobrol sambil ketawa-ketawa, berkelakar, saling ejek, ,berdebat tentang hal yang sama sekali nggak penting, dan lupa waktu.
Udah putus, tapi tetep kangen.
Udah putus, tapi... yakin beneran mau putus?
Hahaha :D

Sampe akhirnya...
"Ngerasa aneh nggak?"
"Aneh? Apa?"
"Kita... Kita aneh nggak sih?"
"Aneh kenapa?"
"Kita... Apa sih bedanya kita sekarang, setelah putus sama sebelum putus?"
"Cuma beda status."
"Cuma beda status, ya? Iya sih..."
"Iya. Apa lagi?"
"Ngg ak tau, makanya nanya. Cuma beda status ya? Iya sih... Sekarang kita tetep telfonan gini..."


Sebelum dan sesudah itu, ada satu hal lagi yang sedikit menyikut sebuah sudut di ruang kosong dalam sebuah hati, "Harus berbuat apa jika kita mengetahui bahwa ada seorang yang terlengkapi oleh kita, sementara kita masih merasa terlengkapi oleh orang yang secara teknis bukan milik kita lagi?"

Sekarang... daripada mengorbankan satu demi keegoisan, daripada memenangkan diri demi separuh hati, lebih baik mengorbankan diri sendiri dan bahagia memiliki keduanya, bahagia dan membahagiakan.
Bahagia itu sederhana, saat kita bisa tersenyum karena melihat senyum orang lain karena kita, dan kita bisa tersenyum karena seseorang yang kita sayang kita ketahui masih ada untuk kita :)

Dan kenapa harus galau kalo yang sayang sama kita nggak pergi dan tetap di sana, menunggu untuk kita hampiri ketika kita membutuhkannya?
Karena sayang itu adalah ketulusan. Entah bagaimana dengan cinta, definisi yang terlalu beragam.
Tapi aku percaya, sayang itu milik siapa saja, oleh siapa saja, untuk siapa saja, dan berbeda-beda tiap kita.


Selamat akhir pekan! <3

Minggu, 05 Mei 2013

Teori Pasir

Seorang teman pernah cerita ke saya kalo ayahnya pernah bilang sesuatu tentang bagaimana mengendalikan sebuah hubungan.

"Hubungan itu jangan terlalu dikekang, nanti cepet putus. Kayak pasir. Pasir itu kalo digenggam bakal cepet abisnya, tapi kalo pasir itu hanya sekedar dipegang, maka dia akan diem."

Kamis, 28 Maret 2013

Susahnya orang jadi cewek cuek ~

Konichiwa mina !!! ^^

Di siang bolong yang berangin ini saya mau berbagi kisah yang berpotensi bikin kalian "agak" galau. Wkakakaka, anak gaul pasti kenal galau \m/ yang gak kenal galau yaaa berarti manusia masa pra sejarah, wks.

Okeee...
Di siang yang berangin ini pengen bilang kalo ternyata jadi cewek cuek itu susah
Paling susah itu pas bagian jatuh cintanya, guys! Pas jatuh cinta, cewek cuek itu bisa bertransformasi jadi cewek yang super duper perhatian! Bisa-bisa nih... satu debu di muka si dia bakal diperhatiin juga. Meeeennnn!!! Bayangin betapa dahsyatnya jatuh cinta itu.

Ralat. Itu tadi bukan susahnya jadi cewek cuek, itu tu sisi ajaib dari cewek cuek yang jatuh cinta.

Bagian susah yang sebenarnya adalah... di saat si cewek cuek jatuh cinta sama cowok yang juga cuek. Dan tingkat kesusahannya akan semakin meningkat pas udah sampe di tahap pacaran.

*jengjeng*

Pas awal-awal pacaran... efek-efek PDKT masih ada nih, perhatian masih dalam tahap bikin ngefly. Makin ke sini... si cewek cuek bakal ngedapetin lagi sifat cueknya dan di saat yang bersamaan dia bakal ngerasa bingung sendiri gimana harus bersikap ke cowoknya yang cuek juga. Random!

Ntar kalo cowoknya yang cuek dicuekin sama ceweknya yang cuek, cowoknya bakal ngambek. Dan kalo cowoknya yang cuek itu udah ngambek, si cewek cuek bakal lupa sama sifatnya cueknya dan berusaha keras buat minta maaf sama ngebujuk si cowoknya yang cuek biar nggak ngambek lagi. Kelar itu, mereka so sweet-so sweetan lagi deh :3

Tapi intinya mah... kalo cewek cuek itu jangan dipaksa buat perhatian, ntar sekalinya dia perhatian hati-hati aja atep rumah bakal jebol, wkwkwkwk

Oke, saya bercanda banget! Nggak pernah (sering) ngebayangin kalo ada cowok yang senyum-senyum sendiri di kamar abis baca SMS ceweknya yang bikin dia ngefly dan melting abis, wkwk

Di siang yang semakin berangin ini, mendadak si cewek cuek kangen sama pacarnya yang cuek juga....

Well, ternyata sesusah-susahnya jadi cewek cuek itu adalah di saat dia nggak pengen dicuekin tapi dia tetep cuek. Kata seorang teman dekat, kalo pengen diperhatiin itu mulailah untuk memberi perhatian.

Sebagai cewek cuek, pasti itu cukup sulit. Yaaah, secuek-cueknya orang cuek ternyata ngerasa sedih juga kalo dicuekin sama orang yang berarti buat dia :')

Pacaran sama orang yang juga cuek itu ngajarin kalo dicuekin itu nggak enak, ngajarin juga kalo jadi orang jangan cuek-cuek amat, sekalian juga kalo kangen, biarpun cuek, jangan gengsi bilang kangen. Karena bisa dibuktikan kalo kebanyakan orang cuek itu rada nggak peka. *nunjuk diri sendiri*

Trus yaaa... paling nyebelin pas lagi kangen, pas lagi pengen diperhatiin, pas lagi pengen denger suaranya dia, dianya malah lagi punya kesibukan dan... yaaah, untuk munculin cuek buat rasa-rasa itu tuh yang beneran susah. Kalo masalah perasaan, cuek itu susah. Karena perasaan itu keras, nyata, dan nyolot. Dicuekin mahy nggak mempaaannn~

Sekarang, abis stalking (hihihihi) mood membaik dan punya semangat untuk meminimalisir sifat cuek (y)

Yah, kalo kangen, bilang kangen.
Kalo sayang, bilang sayang. Tapi jangan cuman ngomong aja, buktiin kalo emang bener sayang! (kata cowok cuek)
Buang jauh-jauh malu sama gengsi! (kata cowok cuek)

Kata temen, jadi cewek itu emang ditakdirkan nggak boleh cuek, soalnya nggak baik.
Ekspresi saya pas ngedengerin temen ngomong gitu cuman -__- "gimana dong? Settingan saya dari sononya udah cuek -__-"

Cewek cuek yang jatuh cinta sama cowok cuek itu... mungkin aja punya siklus yang begini:
Cewek perhatian, cowoknya seneng.
Cewek pengen diperhatiin, ngasi-ngasi kode, tapi cowoknya nggak ngeh, akhirnya ceweknya krik-krik sendiri.
Cowok pengen diperhatiin, tapi ceweknya lagi capek perhatian dan lagi cuek, cowoknya ngambek seolah-olah ceweknya salah terus. Akhirnya ceweknya nggak cuek dan perhatian sama cowoknya, cowoknya nggak ngambek lagi. Mereka so sweet so sweetan berdua~
Cewek cuek dan cowok cuek lagi kasmaran, dua-duanya saling perhatian. Pasangan ideal (y)

Hahahahahahahaha *ngakak mak lampir*
Itu siklus ngarang, ngaco abis! Tapi kalo mau ditelaah sih ada benernya, iya kan??? B-)

Udah yuk, ntar cewek cueknya galau. Galau di siang berangin itu nggak baik. Nanti salah-salah pas lagi galau nongkrong di atep rumah trus masuk angin, malemnya dikerokin sambil sendawa, pas cowok cueknya nelpon malah ketiduran. Rugiiiiii ~~~

Dear pembaca yang sedang bingung, maafkan kesalahan saya karena udah ngetik postingan ini, ya :) Semoga kalian tidak dibikin mual grgr bahasa yang sotoy abis diikuti teori yang gak kalah sotoynya. Pure, postingan ini hanya curhatan belaka.

Terima kasih karena ketabahan kalian dalam membaca postingan absurd ini, terima kasih karena tidak muntah di hadapan postingan ini.

Dengan penuh rasa hormat, saya pamit dulu. Yang mualnya ditahan dari tadi, silakan ke kamar mandi :') Semoga cepat pulih.


CHAO!
Salam sayang untuk cowok cuek yang agak labil di sana, iloveyou :*


*backsound: Andra and the Backbone - Sempurna*

Senin, 19 November 2012

Move On yang Gagal

Guten Nacht!
Oyasuminasai!
Halooooo~

Setelah sekian lama gak update blog ini....rasanya emang blog ini diperlukan! Karena blog yang satunya.....hufh, isinya kebanyakan tentang cinta-cintaan -__- padahal kan blog yang itu buat postingan gaje, yaaah...semacam personal literatur gitu lah~ kayak blog-blog pribadi tentang kehidupan umum. Lah, malah curhat di sini --? Tapi ciyus deh... Ini udah ada blog khusus buat cinta-cintaan malah kagak pernah diupdate. Nah..sekarang nih~

Jadi mau curhat nih kalo ternyata move on dari mantan itu gak segampang move on dari channel tv ya .____.
Ternyata pacaran trus putus tu semacam bikin hati mati suri ya -,- huft banget!

Setelah hampir lima bulan jomblo, dan setelah kurang dari sebulan yang lalu mantan balik lagi, move on itu makin susah --'

Awal-awal putus....rasanya sayang yang harusnya udah ada dari dulu kok malah baru muncul --? Gak boleh dong!! Kan udah putus -,- Setelah berusaha sekuat hati buat gak SMS-SMS dia lagi, tiga bulan itu adalah waktu yang cukup lumayanlah buat usaha move on. Dan pas udah HAMPIR berhasil move on.......

Eh dia malah muncul lagi~ modusnya sih kesepian, galau, dsb. Pftttt -__- Nyebelin sih, tapi karena ada rasa sayang sama kangen...yaaaa...gimana dong? Saya ladenin aja, toh cuman nemenin aja kan?

Tapi....dibalik modus-modus bullshit itu, suatu malem dia nanyain tentang balikan. WTH~ saya sih mau aja, tapi kalo inget-inget masa lalu kok jadinya mending gak usah sekalian ya? Hmmm...

I've told him about it before, but he didnt want to know more and just wanna make it true. Actually, I understood. But, i dont want to. So, what we should do? Salah satunya harus ngalah.

Tapi dia orangnya cukup ngeyel juga. Jadinya nyebelin juga. Tapi saya juga sempat ngasi harapan sih...tapi seharusnya kalo dia udah tau sifat saya, dia tau dong harapan macam apa yang saya kasi. Karena saya orangnya gampang banget ngerubah apa yang udah pernah saya bilang, yaaa...kenapa gak siapain hati dan mental gitu? Biar kagak broken heart und disappointed kan~ 

Akhirnya setelah berpikir dan berpikir, saya pun menegaskan untuk gak bisa balikan. Dengan kata lain....secara tidak langsung....saya PHP-in dia. Cian bet. Gak tega sih sebenernya... Apalagi kalo inget dia pernah bilang kalo dia lebih semangat buat berusaha lagi. Huhu...mewek dah gue T.T

Jahat banget nih saya! Ugh.. Tapi kalo inget-inget ternyata itu hasil keputusan saya setelah mikir keras, jadi saya kira itu udah yang terbaik. Yah...walaupun sebenarnya nyesel juga sih. Soalnya abis itu kita lost contact lagi. Dan itu childish banget! Dia udah pernah janji gak bakal marah dengan keputusan apapun -,- bullshit banget errr w(-__-w)

Masalah intinya sekarang adalah.....di saat saya pengen menjalin hubungan baik, ternyata dia jual mahal. Mahal banget sampe akhirnya saya mutusin untuk belajar benci. Yap, benci sama dia, biar proses move on yang kemaren mengalami kemunduran drastis meningkat lagi. Keputusan yang cukup...childish.

Strategi itu hampir berhasil, sampe suatu hari saya ketemu dia pas baru nyampe sekolah dan dia just standing in front of me, maybe wanna smile, but i  looked away. Yap, waktu itu saya bener-bener gak mau ketemu sama dia. Apalagi ketemu muka. Sampe nyebut namanya pun ogah!

But..but..but..lama-lama, kayaknya it doesnt work. Saya tetep aja gak bisa nahan diri buat ngeliatin dia, stalking FBnya. Well, seminggu setelah saya PHP-in, dia jadian sama cewek lain (ya iyalah -__-). 

Dia udah berhasil move on. Mungkin...
Dan saya? Masi stuck dan berusaha keras buat move on. Sayangnya...saya dibikin lupa gimana caranya suka sama orang lain -___- itu ngebikin saya bener-bener bingung. Gimana mau move on kalo suka sama yang lain aja lupa gimana? Hayooo...Ah~ jadi putus asa x_x

Minggu, 26 Februari 2012

First

Postingan perdana di malam Minggu buat di tengah kerinduan.... #tssah~

Di blog ini akna khusus tentang kisah cinta. Mau yang kece, ngenes, galau, sampe yang nyesek. 

Mulai dari tanda-tanda naksir, kasmaran, jatuh cinta, sampe patah hati.

Kenapa ini blog dibikin?
Biar gak nyampur sama blog pribadi yang isinya bukan didedikasikan untuk masalah cinta lagi. Sekarang udah ada blog khususnya dong (y)

Entah kenapa malem ini pengen bikin blog baru khusus untuk cinta-cintaan....
Sebenarnya ada, cuman lupa! Wkeke~~

Udah, cukup sekian!

Enjoy this Journal, guys!

PS: sebenarnya ini copas dari blog asli yg sebelumnya! wkwk