Selasa, 04 Juni 2013

Better than Love

Seemed impossible, seemed absurd.
I didn't even know you before.
Kept my distance, closing in.
I don't mind caressing you skin.

What did you say, what did you do.
Somehow, I feel I'm enchanted by you.
Flying high on a mountain high.
Suddenly you look as bright as the sky.

Something old, something new,
Something I didn't thought could be true.
Have I forgotten or have I never
felt like this, as light as a feather.

Not interested in love, but I'm attracted to you.
I hope that you feel the same way too.
A little too fast, but way too long.
Though I'm not sure where I belong.

Something old, something new.
Something I didn't thought could be true.
Love's too strong and a bit cliche.
For now this is enough, I've got a long way.

Something old, something new.
Something I didn't thought could be true.
I'm afraid to ask, but I need to know.
Would you want me to stay, or, would you want me to go?


These are my feelings.
I hope you understand....


Kamis, 09 Mei 2013

Puisi

Sebuah untaian puisi bisa begitu indah atau bahkan begitu penuh dengan keambiguan. Sebuah puisi bisa memengaruhi emosi pembacanya, membawa pembacanya menuju kepada atmosfir yang berbeda. Dan setiap koneksi kata-katanya bisa jadi begitu rapuh atau sangat kuat.

Sebuah untaian puisi tak semudah sekilas membacanya untuk memahaminya. Sebuah unataian puisi butuh waktu untuk dipahami dan butuh kesabaran untuk dimengerti dan butuh keinginan untuk disukai dan butuh ketulusan untuk mengintip maknanya.

Tahukah kau? Kau seperti puisi.

Sekali membaca puisi, belum tentu bisa temukan apa yang disiratkan.
Sekali bertemu dan berbicara dengamu, belum tentu bisa mengenalmu walau sempat berjabat tangan dan bertukar nama.

Dua kali membaca puisi, mungkin mulai bisa meraba maknanya.
Tapi, dua kali bertemu denganmu bukan berarti bisa dengan mudah masuki duniamu yang bahkan sulit untuk dipahami.

Tiga kali membaca puisi, bisa saja berhasil ikut terbawa dalam emosinya.
Namun apakah tiga kali pertemuan bisa membuatmu begitu mudah untuk dipahami?

Tahukah kau? Kadang puisi lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan dirimu.

Mungkin kamu adalah sejuta puisi yang butuh berjuta kali lipat pertemuan agar bisa mengenal, mengerti, dan memahamimu.


Di saat aku merasa mengerti kamu, ternyata itu adalah satu dari berjuta bait yang harus ku pahami.

Jika kamu seperti puisi, maka ada aku adalah pembacanya yang tertarik untuk memahamimu. Jika memang begitu adanya, maka izinkan aku untuk memahamimu dengan mengikuti bait-baitmu.

Minggu, 05 Mei 2013

Kamu...

Kadang rasanya udah bisa ngebaca gimana kamu dan mampu ngikutin arahmu. Kadang juga rasanya berhasil ngendaliin mood dan emosimu. Tapi pas kamu lagi bad mood dan tiba-tiba gak mood buat ngapa-ngapain sama sekali, saya ngerasa belum berhasil buat ngertiin kamu.

Di saat yang bersamaan, di saat saya ngerasa belum bisa ngerti kamunya gimana, saya mikir gimana caranya biar bisa paham sama kamu. Di saat yang sama, saya berusaha menjadi penyeimbang mood kamu yang amburadul. Di saat kamu kesel, saya berusaha jadi orang yang mau dan bisa dengerin keluhanmu. Cuman sayangnya, kalo kamu bad mood, kamu jarang mau cerita apa penyebabnya. Dan saya gak bisa paksa kamu buat cerita karena saya percaya kalo setiap orang berhak punya hal privasi yang cuman pengen disimpen sendiri ;)

Di saat mood kamu stabil, saya seneng. Soalnya kamu jadi orang yang gampang diikutin dan itu yang saya suka. Di saat yang bersamaan, saya khawatir nanti kalo-kalo mood kamu belok arah dan kamunya jadi bad mood. Kalo bad mood, kamu susah dikendaliin. Beneran deh~

Dan di samping itu semua... saya tetep sayang sama kamu dan susah buat mau menyingkir dari sisimu di saat kamu lagi bad mood. Di saat kamu lagi bad mood adalah saat di mana saya ngerasa harus tetep di sampingmu. Begitupun di saat kamu down, kecewa, dan merasa kurang puas akan sesuatu. Karena kamu... berarti buat saya :)

Maaf ya kalo kadang usaha saya buat ngertiin kamu itu malah jadi sesuatu yang bikin kamu malah jengkel dan kesel. Namanya juga usaha, iya kan? ;)

Semoga saya makin jago dalam ngebaca sifat kamu, ngikutin jalanmu, dan bisa ngerti kamunya gimana. Aamiin o:)

Teori Pasir

Seorang teman pernah cerita ke saya kalo ayahnya pernah bilang sesuatu tentang bagaimana mengendalikan sebuah hubungan.

"Hubungan itu jangan terlalu dikekang, nanti cepet putus. Kayak pasir. Pasir itu kalo digenggam bakal cepet abisnya, tapi kalo pasir itu hanya sekedar dipegang, maka dia akan diem."

Sabtu, 04 Mei 2013

04.05.2013

Hai! Anggep aja lagi ngomong sama kamu yaa~


Tadi kita ketemu di sekolah. Sebelumnya, subuh itu kamu nelpon. Biasanya saya denger. Tapi ternyata yang tadi subuh nggak.

Seneng deh ketemu :D Walaupun tiap ketemu selalu speechless -_- tapi seneng aja ngeliat kamu yang saya kangenin, hihi :$

Abis itu tumben ya jalan berdampingan lagi biarpun sebentar. 


Trus kamunya ngilang~ Pas saya lagi tidur siang, kamu nelpon. Syukur aja saya kebangun.

Malemnya, saya ngizin keluar sama kamu. Balesanmu kerasa beda. Dugaan saya tentang kamu yang kalah futsal ternyata bener, tapi bukan di situ masalahnya.

Akhirnya, maleman lagi kamu nelpon dan bilang kalo kamu lagi bad mood. Well, kamu selalu gak mau cerita tentang hal-hal yang bikin kamu bad mood. Okay, I appreciate it, Love.

Selebihnya, saya gak bisa tidur dan akhirnya nulis postingan curhat ini *sigh*

Semoga moodnya segera baik yaa. ily!

Sabtu, 27 April 2013

26.04.2013

Hari ini tour seharian penuh sama temen-temen Clarity, sayangnya dia gak ikut karena gak dapet izin dari bapaknya. Total yang ikut tour 18 orang dari 44 orang. Dan 18 itu terbagi dalam 3 mobil.

Paginya dibangunin, pas mau berangkat ditelpon, pas ngisi bensin ditelpon. Selanjutnya no contact lagi. Sampe pas transit sore, saya sms, dia nelpon, tapi gak kedengeran.

Malemnya, setelah perjalanan panjang yang menegangkan dan menyenangkan,  saya nelpon. Tapi... ada yang aneh dari suaranya. Kayak... males ngomong, bad mood, ato kecapekan. Dia gak mau bilang ada apa, ya udah, saya gak berani maksa bikin dia ngomong, mungkin nanti setelah agak baikan moodnya dia, dia mau cerita.

Ngomongin soal dia, tadi di jalan saya sempat mikirin dia dan gimana saya ke dia. Ternyata, saya nganggep dia lebih egois karena gak mau ngikutin gimana saya, tapi... saya salah. Dia gak begitu. Dan nyatanya, saya yang egois.

Ngerasa bersalah udah menghakimi dia semau saya, sekarang entah gimana ya... perasaan gak enak.

Pas buka FB, ada statusnya. Dan dari isi statusnya, dia lagi galau. Bukan galau grgr pacar, tapi galau kayaknya berkaitan dengan orangtua. Dan... kalo boleh, saya  pengen tau ada apa. Berhakkah saya untuk kepo?

Well, for you to know, that I'm here ready to listen to your problem and be on your side through it :)

Selasa, 23 April 2013

23.04.2013

Hai! Mau ngepost puisi nih~ Insipirasi emang nggak bisa disangka kapan dan di mana munculnya. Puisi ini tiba-tiba muncul pas lagi bengong nungguin bel kelar UN B.Inggris....

Teringat tentangnya, mengundang sejuta kata indah untuk teruntai menjadi bait-bait yang merdu. Tssah~


Ketika bertemu
Dua hati yang masih sendiri
Masing-masing berjalan dengan arahnya

Ketika betemu
Dua hati yang tak ingin menyapa
Masing-masing terus berlalu

Ketika cinta mendesir
Berlalu di antara kedua hati
Menyipratkan rasa untu hati-hati yang sepi

Ketika cinta menyapa
Dua hati masih acuhkannya
Dan terus masing-masing berlalu

Ketika cinta mengetuk
Ketika cinta membuka pintu
pada dua hati yang terlalu angkuh
Ketika cinta mampu 
meniupkan kasih sayang

Ketika cinta mampu
Dua hati mulai merindu

Dua hati tak bicara
namun mampu merasa

Dua hati harusnya tak lagi angkuh
Bagaimana mengacuhkan cinta yang begitu lembut?

Dua hati tak mungkin mampu
perjuangkan apa yang hati paksakan
Kekuatan cinta, meski kecil
tetap saja besar
bagi dua hati yang terlalu angkuh

Dua hati yang sendiri
tak akan mampu sendiri untuk selamanya

Datangnya cinta yang sesaat
Menyadarkan dua hati yang angkuh
bahwa tak sendiri lebih baik
Tundukkan keangkuhan itu
Rasakan bijaknya cinta

Dua hati yang angkuh
Pada akhirnya takluk
oleh cinta yang berlalu

Dua hati yang angkuh
Masih tetap angkuh
Namun akan menaklukkan keangkuhan itu

Karena cinta...
memiliki kekuatan tulus
memiliki rasa manis
memiliki sikap bijak
Yang mampu merubah
hati-hati yang angkuh.


Kenapa pake "Dua hati yang angkuh"?
Karena... memang begitu. Angkuh. Bukankan kata yang tepat untuk menggambarkan dua orang dengan sikap egois yang cukup besar, bahkan kepada hatinya sendiri?

Semoga hati yang di sana segera pulih dan kembali menjadi bintang yang benderang di Bumi. Menerbitkan senyum di setiap pagi. Menggoreskan warna-warni setiap hilang hujan. Menyejukkan setiap terik. Menyinari setiap malam yang pekat.

Untuk cinta, jangan sungkan untuk tetap tinggal di dua hati yang mungkin masih angkuh dan ajarkan cara untuk bijak :)

Puisi itu... tentang kamu. Karena puisi itu ditulis untuk kamu.


Selamat malam <3